Satu Hati, Satu Niat, Satu Langkah & Satu Tujuan Menuju BAITULLAH

Satu Hati, Satu Niat, Satu Langkah & Satu Tujuan Menuju BAITULLAH

Transaksi Badal Haji

Entri Data Pesanan

Pax

Ibadah Haji Adalah Fardhu Hukumnya Dalam Islam. Maka Bila Seseorang Terhalang Menunaikan Haji Hingga Ia Wafat Maka Kewajiban Tersebut Bisa Dilaksanakan Oleh Orang Lain Baik Keturunannya Atau Orang Yang Dapat Dipercaya. Kegiatan Menghajikan Orang Yang Telah Tiada Atau Orang Yang Sudah Tak Mampu Melaksanakannya Sebab Udzur Ini Disebut Sebagai ' BADAL HAJI '.

Hampir Seluruh Ulama Memperbolehkan Badal Haji Atau Dalam Istilah Fiqihnya Al Hajju 'Anil Ghoir. Bahkan Dalam Pelaksanaan Badal Haji Terdapat Dua Kondisi Yang Melatar-Belakangi :

  1. Mayit Mampu Secara Fisik Dan Keuangan Saat Ia Hidup. Seseorang Yang Saat Hidup Mempunyai Kesehatan Dan Dana Yang Cukup Untuk Berhaji, Namun Karena Kehendak Allah Subhanahu Wataa’la Maka Ia Tidak Mampu Mewujudkan Keinginannya Untuk Berhaji. Dalam Kondisi Seperti Ini Maka Menjadi Kewajiban Bagi Ahli Waris Dan Keturunannya Untuk Menghajikan Si Mayit.
  2. Yaitu Orang Yang Semasa Hidup Tidak Mampu Atau Orang Sepuh Masih Hidup Namun Sudah Tidak Sangup Melakukan Haji, Maka Badal Haji Untuk Mereka Diperbolehkan Berdasarkan Dalil-Dalil Yang Sudah Disebutkan Di Atas. 

 

DALIL TENTANG BADAL HAJI 

"Ada Seorang Pria Datang Kepada Nabi Saw Seraya Berkata, 'Saat Haji Difardhukan Kepada Para Hamba, Ketika Itu Ayahku Sudah Amat Sepuh Dan Ia Tiada Sanggup Menunaikan Haji Maupun Menunggang Kendaraan. Bolehkah Aku Menghajikan Dia?' Rasulullah Saw Menjawab, 'Lakukanlah Haji Dan Umrah Untuk Ayahmu!'" HR. Ahmad & An Nasa'i

Kalau Saja Orang Tua Yang Sepuh Yang Tidak Mampu Menunaikan Ibadah Haji Dan Menunggang Kendaraan Boleh Dibadalkan Hajinya, Lalu Bagaimana Kiranya Dengan Orang Yang Kuat Dan Sehat Namun Belum Berhaji Jawabannya Tentu Lebih Boleh Lagi Untuk Dibadalkan.

Hal Ini Berdasarkan Dalil Hadits Shahih Lain Yang Menyatakan,

Bahwa Ada Seorang Perempuan Berkata Kepada Rasulullah Saw, "Ya Rasul, Ibuku Pernah Bernadzar Mengerjakan Haji Namun Ia Belum Menunaikannya Hingga Wafat, Bolehkah Aku Berhaji Untuknya?" Nabi Saw Menjawab, "Berhajilah Untuk Ibumu!" HR. Muslim, Ahmad & Abu Daud.

Syarat & Ketentuan

Syarat Badal Haji

Syaratnya, bagi orang yang membadali sudah pernah berhaji terlebih dahulu. Orang yang membadali pun tidak mesti dari pihak keluarga, bisa juga orang lain yang dipercaya untuk melakukan ibadah tersebut.

Jadi, sebelum Anda memutuskan melakukan ibadah haji, maka lebih baik mendahulukan orang tua Anda untuk dibadalkan misalnya, telah wafat dan memiliki nazar berhaji. Karena, ada orang tua yang semasa hidupnya ingin berhaji namun masih belum mampu atau ada uzur yang membuatnya tidak bisa berangkat haji.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id