Satu Hati, Satu Niat, Satu Langkah & Satu Tujuan Menuju BAITULLAH

Satu Hati, Satu Niat, Satu Langkah & Satu Tujuan Menuju BAITULLAH

Transaksi Badal Haji

Entri Data Pesanan

Pax

Alasan memilih Badal Haji bersama kami

  1. Pasti di Kerjakan, Amanah setiap tahun sebagai penyelenggara badal haji.
  2. Mempunyai banyak petugas yang berada diMadinah Makkah sebegai Ustad pembimbing.
  3. Dikerjakan oleh ustad yang telah berhaji dan berpengalaman .
  4. Biaya yang di tawarkan terjangkau.
  5. Mendapat sertifikat Badal Haji.

Yang Boleh diBadal Haji kan

  1. Yang di Badalkan sudah meninggal Dunia.
  2. Yang di Badalkan sudah Tua Rentah, tidak memungkinkan utk melakukan perjalanan Haji.
  3. Yang di Badalkan meninggal dalam keadaan islam.
  4. Yang di Badalkan Meninggal dalam keadaan Waras (Bukan Gila).

Souvenir Badal Haji

  1. Tas Souvenir cantik (Selama Tersedia).
  2. Sajadah.
  3. Kurma.
  4. Al-Quran
  5. Air zamzam asli 100%.

Pengertian Badal Haji

Jasa Badal Haji yaitu Melaksanakan Haji untuk orang lain. Dalam arti lain melaksanakan ibadah haji namun niat yang diucapakannya hanya membadalkan atau menggantikan seseorang yang tidak mampu melaksanakan ibadah haji karena sebab-sebab tertentu, seperti; meninggal dunia, lumpuh, sakit parah sehingga tidak bisa menjalankan ibadah haji dan seseorang yang sudah tua dan tidak memungkinkan untuk melaksanakan Haji.

Dasar Hukum dan Hadits Badal Haji

Berhaji dengan niat untuk orang lain ini didasarkan kepada beberapa hadits Rasulullah SAW, diantaranya hadits seorang wanita dari suku Khasy’am yang bertanya kepada beliau SAW tentang Ayahnya yang masih hidup namun sudah sangat sepuh dan tidak mampu berangkat haji :

 يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ فَرِيضَةَ اللَّهِ عَلَى عِبَادِهِ فِي الْحَجِّ أَدْرَكَتْ أَبِي شَيْخًا كَبِيرًا لا يَثْبُتُ عَلَى الرَّاحِلَةِ أَفَأَحُجُّ عَنْهُ قَالَ نَعَمْ وَذَلِكَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ

Wahai Rasulullah, sesungguhnya kewajiban dari Allah untuk berhajji bagi hamba-hambaNya datang saat bapakku sudah tua renta dan dia tidak akan kuat menempuh perjalanannya. Apakah aku boleh menghajjikan atas namanya?. Beliau menjawab: Boleh. Peristiwa ini terjadi ketika hajji wada’ (perpisahan). (HR. Bukhari)

Selain itu juga hadits lain yang senada, yang meriwayatkan tentang seorang wanita dari suku Juhainah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang ibunya yang sewaktu masih hidup pernah bernadzar untuk berangkat haji namun belum kesampaian sudah wafat.

 إِنَّ أُمِّي نَذَرَتْ أَنْ تَحُجَّ وَلَمْ تَحُجّ حَتَّى مَاتَتْ أَفَأَحُجُّ عَنْهَا؟ قَالَ: نَعَمْ حُجِّي عَنْهَا أَرَأَيْتِ لَوْ كَانَ عَلَى أُمِّكِ دَيْنَ أَكُنْتِ قَاضِيْتُهُ؟ اقْضُوا اللهَ فاللهُ أَحَقُّ بِالوَفَاءِ

"Ibu saya pernah bernadzar untuk mengerjakan haji, namun belum sempat mengerjakannya beliau meninggal dunia. Apakah saya boleh mengerjakan haji untuk beliau?”. Rasulullah SAW menjawab,”Ya, kerjakan ibadah haji untuk beliau. Tidakkah kamu tahu bahwa bila ibumu punya hutang, bukankah kamu akan melunasinya?”.

Lunasilah hutang ibumu kepada Allah, karena hutang kepada Allah harus lebih diutamakan. (HR. Bukhari)

Syarat & Ketentuan

Syarat Badal Haji

Syaratnya, bagi orang yang membadali sudah pernah berhaji terlebih dahulu. Orang yang membadali pun tidak mesti dari pihak keluarga, bisa juga orang lain yang dipercaya untuk melakukan ibadah tersebut.

Jadi, sebelum Anda memutuskan melakukan ibadah haji, maka lebih baik mendahulukan orang tua Anda untuk dibadalkan misalnya, telah wafat dan memiliki nazar berhaji. Karena, ada orang tua yang semasa hidupnya ingin berhaji namun masih belum mampu atau ada uzur yang membuatnya tidak bisa berangkat haji.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id