Satu Hati, Satu Niat, Satu Langkah & Satu Tujuan Menuju BAITULLAH

Satu Hati, Satu Niat, Satu Langkah & Satu Tujuan Menuju BAITULLAH

Ahad ceria bersama Bunda Hj., Nuraida

Kategori : Artikel Umrah, Manasik Umrah, Ditulis pada : 07 Januari 2024, 09:00:07

uuuu.jpg

Kriiiingg....deru suara ponsel pagi ini, ba'da subuh pukul 6 pagi dering suara panggilan masuk dari bunda Hj. Aida "assalamu'alaikum, Pak Haji .. jadi kan kita manasik hari ini? saya masih di Medan bersama calon jamaah" seru Bunda hj. Aida beliau merupakan salah satu Mitra satuan kerja PT. Tiga Mitra Plus (www.3mitraplus.co.id) wilayah kerja Tebing Tinggi dan sekitarnya. "Inshaa Allah jadi bunda, saya segera bersiap-siap sekarang" balas bapak H. Muslim Harun (pimpinan 3MP).  "iya niii pak kami sengaja ga langsung pulang ke tebing biar skalian silaturrahmi buat manasik umrah, inshaa allah saya segera kabari semua jamaah untuk langsung ke asrama haji, terimaksih pak" demikian kabar dari bunda hj. Aida

Tepat pukul 8.00 wib beberapa jamaah telah berkumpul, disinilah cerita pagi Ahad ceria kali ini di mulai (kwkwkkw) "waaahhh.... ada acara apa tu pak.. koq banyak yang pakai merah merah, ada kampanye mungkin pak" seru bu ainun, "bukan bunda ..ini kan  asrama haji dilarang kampanye disini" timpal bunda ija , "wah..bunda-bunda niii dah kemakan politik semua ya .. bagus juga bunda yang penting semua kita tetap 1 ya .. jangan 2 dan 3" ujar pak h.muslim, dengan serempak jamaah menjawab "ternyata pak haji yang kampanye, kami ya tetap ke1 lah pak, ga mau yang ke2 atau ke3 juga"  (hahahahaha) suara tertawa memecah pagi  diseputaran pelataran asrama haji Medan, dasar politik bisa ajja dimana aja dan kapan saja tanpa batas ruang dan waktu dan tempat " ayo bunda semangat pagi ini kita manasik ya ..." seru bunda hj. aida

Setalah cukup lama menanti dari aktivitas manasik umrah ternyata  tidak mempengaruhi semangat bunda Hj Aida merekrut dan berdakwah dalam dunia umrah, Inshaa Allah semangat  jamaah walau ada yang usia lanjut niat pantang surut, walau jumlah dikit tetap solit. Semoga allah SWT memberkahi kita smua dengan perjalanan ibadah menuju kebaikan atas izin  dan ridha Allah SWT.

Ketika akan melaksanakan ibadah ke Tanah Suci, memang sudah seharusnya mengetahui lebih dahulu tata cara pelaksanaannya agar sesuai perintah Allah. Berikut adalah bimbingan ibadah umroh serta penjelasannya secara lengkap.

1. Niat

Hal pertama yang perlu dilakukan ketika menjalankan ibadah umrah adalah membaca niat serta menggunakan pakaian ihram. Mengucapkan niat serta memakai ihram harus dilakukan dari miqat-miqat yang memang telah ditentukan.

Jika Sobat Traveler masih belum tahu, miqat adalah garis awal jamaah memulai rangkaian ibadah. Dapat dikatakan bahwa miqat merupakan tempat berihram atau mengucapkan niat, juga masuknya seorang dalam melaksanakan ibadah yang dilakukan.

Miqat sendiri berada di Madinah, tempat di mana jamaah melakukan persiapan sebelum ihram. Sebelum menjalankan tata cara umroh selanjutnya, jamaah dapat mandi, mengenakan pakaian ihram, wudhu, serta salat sunnah ihram 2 rakaat.

2. Menghindari Larangan

Setelah mengucapkan niat dan menggunakan ihram, pastikan untuk menghindari larangan selama pelaksanaan ibadah. Jamaah pria maupun wanita memiliki beberapa perbedaan larangan ketika beribadah.

Pada jamaah dilarang menggunakan pakaian yang dijahit maupun penutup kepala seperti kopyah, topi, dan lainnya. Jamaah laki-laki juga tidak diperbolehkan menggunakan alas kaki yang menutupi mata kaki.

Sementara bagi wanita, jamaah hanya dilarang menggunakan kaos tangan serta penutup muka. Bimbingan umroh harus menghindari larangan untuk pria dan wanita seperti memakai wewangian, memotong kuku, mencukur/mencabut rambut/bulu, juga membunuh hewan.

Selain itu, jamaah juga tidak boleh menikah atau meminang wanita untuk dinikahi, bermesrahan atau berhubungan badan, serta memotong tanaman di sekitar Mekkah. Hindari juga mencaci, bertengkar, serta mengeluarkan kata kotor maupun umpatan.

20240107_113819 (1).jpg

3. Menuju Masjidil Haram dan Thawaf

Selama perjalanan menuju Masjidil Haram di Mekah, jamaah harus memperbanyak kalimat talbiyah seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Selesai mengucapkan talbiyah adalah ketika akan memulai thawaf.

Sebelum melaksanakan thawaf, jamaah dianjurkan untuk berwudu terlebih dahulu. Jamaah dapat memasuki Masjidil Haram melalui pintu mana saja, namun dianjurkan mengikuti Rasulullah SAW yang masuk melalui pintu Babus Salam atau Bani Syaibah.

Ketika masuk Masjidil Haram, disarankan mengucapkan doa lalu turun terus menuju tempat thawaf (mataf). Jamaah thawaf dari area dekat Hajar Aswad, berada di antara pintu Ka’bah dan tanda lampu hijau di lantainya.

Dakam tata cara umroh, jamaah diberikan pilihan untuk Taqbil yaitu mencium Hajar Aswad atau Taqbil yaitu mengusap, meraba, serta mencium Hajar Aswad. Dapat juga melakukan Istilam, yaitu mengusap tangan atau benda yang dipegang, kemudian bendanya dicium.

Pilihan terakhir adalah melambaikan tangan atau benda yang dipegang sebanyak tidak kali, tidak dicium namun mengucapkan Bismillah, Allahu Akbar. Salah satu pilihan ini dilakukan saat melewati Hajar Aswad dan Rukun Yamani pada putaran satu hingga tujuh.

4. Salat di Maqom Ibrahim

Bimbingan umroh selanjutnya adalah melakukan salah di Maqom Ibrahim, meskipun tempat tersebut bukanlah sebuah kuburan. Maqom Ibrahim merupakan tempat Nabi Ibrahim a.s berdiri ketika membangun Ka’bah.

Salat sunnah di Maqom Ibrahim ini dilakukan sebanyak 2 rakaat. Pada rakaat pertama, jamaah dapat membaca surah Al-Fatihah lalu dilanjutkan dengan surah Al-Kaafiruun. Selanjutnya rakaat kedua membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan surah Al-Ikhlas.

5. Istirahat dan Minum Air Zam-zam

Selanjutnya, jamaah dapat beristirahat sejenak sambil meminum air zam-zam. Sebelum meminum air zam-zam sebaiknya mengucapkan doa terlebih dahulu, kemudian barulah menjalankan rangkaian ibadah selanjurnya. 

6. Melakukan Sai

Sai dilaksanakan mulai dari Safa ke Marwah dihitung satu kali perjalanan, dilakukan sebanyak 7 kali bolak-balik dan berakhir di Marwah. Sai dilakukan dengan berjalan, kemudian berlari kecil pada batas antara 2 lampu hijau.

Sai sendiri merupakan penghargaan Allah terhadap istri Nabi Ibrahim yaitu Siti Hajar ketika ditinggalkan bersama Nabi Ismail yang masih bayi. Siti Hajar bolak-balik antara Safa dan Marwah sebanyak 7 kali mencari air minum untuk putranya.

7. Tahallul

Rangkaian terakhir dari ibadah umroh adalah tahallul atau bercukur, jika sudah melaksanakannya maka sudah sempurna ibadah sesuai sunnah. Tahallul untuk laki-laki dilakukan hingga gundul tapi tidak wajib, sementara wanita hanya dicukur ala kadarnya.

Pelaksanaan ibadah umrah dapat dilakukan jika belum memiliki kesempatan melaksanakan Haji baik karena waktu maupun kesiapan fisik. Oleh sebab itu, tata cara umroh harus diketahui sebelum melaksanakan ibadah ke Tanah Suci.

Sudah ada rencana untuk ibadah ke Tanah Suci? Jangan lupa bawa TravelWifi agar silaturahmi bareng keluarga di rumah tetap lancar. Sewa wifi umroh dengan harga 35 ribu rupiah/hari (bisa dipakai berlima)

20240107_113544 (1).jpg

Chat Dengan Kami
built with : https://safar.co.id